Air Terjun

Geopark Ciletuh dan Warisan Geologi Indonesia (Part 1)

on
19 March 2018

Mendengar kata Geopark Ciletuh, terbesit gambaran air terjun dengan bebatuan di sekelilingnya. Ya, pantas saja ketika melihat woro woro mengenai trip geopark ciletuh ini, beberapa destinasinya adalah mengunjungi air terjun (curug). Agar tidak penasaran lagi karena beberapa teman – teman sudah mengunjungi geopark ciletuh, maka akupun memutuskan untuk ikut dalam trip ini bersama dengan komunitas Backpacker Jakarta.

Berkumpul di sekretariat backpacker jakarta yang terletak di Cawang UKI, sekitar 34 peserta trip dengan di koordinasikan oleh CP (contact person) yaitu Bang Wira, Kak Suci dan Mas Adhi pun memulai briefing sebelum melakukan perjalanan dngan maksud memastikan semua peserta hadir dan mendapatkan pengarahan mengenai trip ini sehingga dapat memudahkan perjalanan nantinya.

IMG-20180319-WA0045

CP ( Bang Wira dan Kak Suci)

Sekitar pukul 23:00 kami pun berangkat dengan menggunakan 2 elf dimana masing masing elf terdapat CP yang akan memberikan arah dan informasi. Perjalanan ke Geopark Ciletuh ditempuh kurang lebih selama 5 jam dengan 2 kali pemberhentian di SPBU Cibadak dan SPBU sebelum Pelabuhanratu untuk sekedar buang air kecil dan membeli makanan serta minuman.

Sekedar informasi, Geopark adalah sebuah kawasan geografis tunggal dan memiliki warisan geologi berskala nasional atau internasional. Situs situs warisan geologi beserta keaneka ragaman hayati dan budaya yang dikelola dengan konsep perlindungan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan dengan dukungan regulasi, infrastruktur dan program pemberdayaan bagi masyarakat sekitar.

Geopark Ciletuh Pelabuhanratu terletak di Sukabumi, jawa Barat dan memiliki luas area 126,1 km2 yang meliputi 74 desa di 8 kecamatan serta beberapa pulau – pulau kecil. Kawasan ini ditetapkan sebagai Geopark nasional pada tanggal 22 Desember 2015 oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO. Dari sekitar 40 geoheritage yang dimiliki Indonesia, sudah ada beberapa tempat yang diakui geopark dunia seperti Geopark Kaldera Danau Toba di Sumatera Utara, Geopark Merangin di Jambi, Geopark Rinjani dan yang terbaru adalah Geopark Ciletuh.

Berlibur di kawasan Geopark Ciletuh ini seperti mendapatkan paket berlibur lengkap, karena tidak hanya menyajikan wisata curug nan indah, adapula wisata bukit, pantai dan juga pulau. Berikut beberapa destinasi yang kami jumpai selama di Geopark Ciletuh :

  1. Puncak Darma

Pukul 04:00 kami pun tiba di destinasi pertama yaitu Puncak Darma, merupakan sebuah dataran tinggi di ujung barat mega amfiteater Ciletuh, di tepian Samudera Hindia. Dataran ini memiliki ketinggian sekitar 340 meter di atas permukaan laut, secara geologi merupakan bagian dari dataran tinggi Jampang (Plate Jampang) dan batuannnya merupakan bagian dari Formasi Jampang Anggota Cikarang, berupa batupasir tufan, breksi dan lava yang berumur Milosen Bawah (23 – 16 juta tahun).

Keindahan saat matahari terbit dan tenggelam juga dapat diamati dari tempat ini serta merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati milkyway (galaksi Bimasakti). Namun sayangnya ketika kami sampai disana, cuaca sedang turun hujan sehingga kami tak dapat menikmati matahari terbit. Ditempat ini dapat pula diamati Teluk Ciletuh, lembah dan dinding amfiteater Ciletuh, Pulau Mandra, Pulau Kunti, Pantai Cikadal, Muara Sungai Ciletuh, Pantai Palangpang dengan pantainya yang membentuk seperti motif khusus yang disebabkan oleh bentukan arus laut, serta Muara Sungai Cimarinjung.

IMG_20180317_055207

View dari Puncak Darma ke Teluk Ciletuh

Di sebelah utara dari puncak darma, tepatnya di kampung Ociang, terdapat bebatuan yang menyerupai bidak bidak catur. Batu catur tersebut berasal dari batuan beku berstruktur kekar koto, bagian dari formasi Jampang, karena proses pelapukan dan erosi sehingga menghasilkan bentukan batuan seperti bidak catur.

Di bagan barat dari puncak darma, terdapat suatu tinggian bukit yang disebut sebagai daerah Cikalapa dengan hamparan padang savana dan padi huma. Dari lokasi ini dapat menikmati pemandangan Teluk Ciletuh di sisi selatan dan Teluk Pelabuhan ratu di sisi utara.

IMG_20180317_055024

IMG_20180317_055702

  1. Curug Cimarinjung

IMG_20180317_082453

Terletak di aliran Sungai Cimarinjung, Desa Ciemas. Curug ini memiliki ketinggian lebih dari 50 meter dan oleh masyarakat sekitar dikenal juga dengan Curug Goong. Menurut legenda, kawasan Cimarinjung konon adalah sebuah keraton di alam gaib tempat peminjaman peralatan gamelan (seperangkat peralatan tradisional sunda). Pada acara – acara perayaan, masyarakat sering meminjam peralatan kesenian tersebut akan tetapi satu per satu peralatan tersebut hilang karena tidak dikembalikan. Sehingga yang tersisa hanya gong yang masih tersembunyi di dalam curug tersebut, dimana pada hari – hari tertentu sering terdengar suara gong.

IMG_20180317_075311

Air terjun (curug) di sekitar amfiteater ciletuh terbentuk karena proses geologi yang membentuk bentang alam amfiteater. Curug dapat terjadi karena adanya pengikisan yang lebih cepat pada batuan yang lebih lunak yang melapisi dibawah batuan yang lebih keras, sehingga akan terbentuk sebuah kolam pada dasar batuan yang lebih lunak dan takik (seperti menggantung) pada batuan yang lebih keras. Proses ini akan terus berlangsung sehingga alirannya akan terus mundur seiring dengan proses pengikisan dan membentuk lembah yang dalam dan air terjun diantara dinding batuannya.

IMG_20180317_072558

Untuk mencapai ke curug cimarinjung ini, tidak terlalu jauh dari pantai pelampang maupun dari puncak darma, akses menuju curug cimarinjung pun sudah nyaman dengan jalan yang terbuat dari cor dan batu kali.

IMG_20180317_075752

  1. Curug Sodong

Curug sodong berada di Desa Ciwaru, kecamatan Ciemas, kabupaten Sukabumi. Disebut curug sodong karena dilihat dari tebingnya yang menyondong seperti gua. Pada curug ini terdapat dua aliran bercabang yang terjun sehingga disebut juga curug kembar. Air dari curug sodong ini berasal dari dua curug di atasnya yaitu Curug Ngelay, dimana aliran airnya tinggi dan kecil seperti lidah yang menjulur panjang kebawah dan juga Curug Cikaret, disebut seperti itu karena di sekitarnya banyak ditumbuhi pohon karet.

Di sekitar curug sodong ini terdapat parkiran untuk mobil dan motor serta tidak perlu kelaparan ataupun terkena hujan karena tersedia beberapa fasilitas seperti warung dan beberapa penjual makanan dan minuman seperti bakso bakar, es cincau dan lainnya.

IMG_20180317_091657

IMG_20180317_093739

IMG_20180317_094421

IMG_20180317_095258_HDR

  1. Pantai Pelampang

Pantai ini merupakan muara dari aliran sungai ciletuh dan menghadap langsung ke Samudera Hindia. Nama ciletuh berasal dari Leuteuk dan Kiruh yang berarti air berlumpur dan keruh, sehingga tak heran warna dari air nya agak kecoklatan. Meskipun begitu, dari pantai yang memiliki garis lengkung yang unik ini kita dapat pula menikmati matahari tenggelam dan terdapat tugu yang bertuliskan geopark ciletuh.

Karena banyak orang yang juga menikmati momen di pantai pelampang ini, kamipun berpindah ke ujung pantai dengan berjalan kaki melewati area persawahan yang terlebih dahulu menaiki elf sampai ke jembatan bambu.

IMG_20180317_171429

Jembatan Bambu

IMG_20180317_172115

Area Persawahan dengan View Tebing dan Curug

IMG_20180317_172413

IMG_20180317_180243

IMG_20180317_182008

IMG-20180319-WA0005

TAGS
RELATED POSTS
11 Comments
  1. Reply

    diyan

    20 March 2018

    waahh bagus tulisannya, sangat menginspirasi, jadi pengen kesana

  2. Reply

    irawanhenry11

    20 March 2018

    Recomended kak, segera main kesana ya

  3. Reply

    artavoni

    20 March 2018

    Kereen bngtzz pake bangeetzzzz 😍

    • Reply

      irawanhenry11

      21 March 2018

      Iya keren

  4. Reply

    Wahyuwijoyo

    21 March 2018

    Ah…, aku cuman mo pamer, udah duluan dong kesananya…

  5. Reply

    Fanti

    21 March 2018

    Ini mah semacam bikin kompor buat kesana… keren kaka…

    • Reply

      irawanhenry11

      21 March 2018

      Hahaha jalan jalan gih kesana

  6. Reply

    nabilahcintyarani

    23 March 2018

    Keren sih liburan paket lengkap yaa 👍

  7. Reply

    Yunita Tresnawati

    10 April 2018

    Tulisan dan fotonya bagus sekali

    • Reply

      irawanhenry11

      10 April 2018

      Alhamdulillah, terima kasih

  8. Reply

    ekapsari99

    26 April 2018

    kerennn kakaak

LEAVE A COMMENT

Henry Irawan
Indonesia

Hi my name is Chris and this is my Journey!<br> I use this awesome blog theme to tell people my story. Through all the places and things I see around the world, there isn't a best way to share my experience! Follow my daily updates and discover with me the essence of traveling!

Categories
MY TWO CENTS

“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters wi“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”th new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”

July 2018
M T W T F S S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031