Air Terjun

Geopark Ciletuh dan Warisan Geologi Indonesia (Part 2)

on
20 March 2018

Perjalanan kami di hari ke 2 menikmati Geopark Ciletuh dilanjutkan dengan destinasi -destinasi lainnya yang tak kalah indah dengan hari kemarin di antaranya :

  1. Bukit Panenjoan

Pada pukul 04:00 pagi kami pun bangun dan bergegas untuk mempersiapkan diri mengunjungi Bukit Panenjoan. Pada bukit ini kita dapat melihat dengan jelas gemintang di langit serta cahaya lampu dari beberapa rumah penduduk. Tak jauh dari spot foto untuk mendapatkan milky way, dapat kita jumpai warung – warung, walaupun pada jam tersebut belum dapat menghidangkan makanan dan minuman. Bagi yang ingin menunaikan sholat subuh, terdapat fasilitas berupa mushola di sekitar bukit panenjoan. Untuk akses jalan sudah bagus, tak khayal banyak rombongan komunitas motor hilir mudik melewati jalan ini untuk dapat menikmati pemandangan dari bukit panenjoan.

Kawasan panenjoan ini termasuk di segmen Tamanjaya dari Geopark Ciletuh. Bentang alam dari bukit panenjoan ini merupakan amfiteater alami yang berukuran raksasa dan dapat dinikmati. Dari titik ini kita dapat melihat hamparan lembah yang menghijau dengan rumah rumah di sekitar persawahan serta dapat melihat teluk ciletuh dan samudra hindia pada sudut bagian terluarnya. Dalam bahasa sunda, panenjoan berarti tempat untuk melihat atau memandang.

IMG_20180318_055506

Amfiteater raksasa lembah ciletuh merupakan lembah alami berbentuk tapal kuda yang terbesar di Indonesia. Gambaran besarannya adalah 12 km panjang (jarak dari pantai palampang ke bukit panenjoan) dan sekitar 7 km lebar (jarak dari tebing curug cikanteh ke panenjoan). Lokasi ini secara geologi merupakan bagian dari tinggian jampang yang ambruk atau longsor dan menjadi lembah raksasa berbentuk tapal. Bukti dari proses struktur ini adalah adanya lebih dari 9 curug di sepanjang dinding amfiteater seperti curug awang, curug cimarinjung, curug sodong dan curug – curug lainnya.

IMG-20180319-WA0004

DSC00136

  1. Curug Awang

Curug yang terletak di aliran sungai ciletuh ini memiliki tebing dengan ketinggian lebih dari 40 meter. Sekitar 300 meter ke arah hilir terdapat curug tengah dengan ketinggian 5 meter dan 500 meter ke arah hilir dari curug tengah terdapat curug puncakmanik dengan ketinggian sekitar 100 meter. Karena curug ini merupakan air terjun pertama dari aliran sungai ciletuh dan berada ada urutan tertinggi maka dinamakan curug awang, dimana dalam bahasa sunda kata awang berarti angkasa, layaknya angkasa yang berada jauh di atas langit.

IMG_20180318_092837

IMG_20180318_085415

Pemandangan alam yang disajikan pada curug ini berupa dinding batu alam berwarna coklat kemerahan dengan air terjun yang mengalir deras dan lebar pada salah satu sudut dindingnya. Pada musim hujan, debit air akan sangat deras mengalir sehingga menutupi seluruh tebing dari ujung ke ujung sehingga banyak yang menyebut curug awang ini merupakan mini niagara (air terjun di Amerika) atau niagara van java.

IMG-20180319-WA0024

IMG_20180318_085856

Pada bagian bawah curug, terdapat batu – batu berwarna coklat kemerahan yang disebabkan jatuhnya batuan tersebut karena derasnya arus sungai ciletuh serta faktor sedimentasi atau pelapukan batuan.

IMG-20180318-WA0007

  1. Curug Cikanteh

Curug yang berjarak sekitar 30 menit berjalan kaki dari curug sodong dan memiliki aliran air yang cukup tinggi dan berbatu ini menurut mitos, merupakan kawasan angker sehingga tidak dikunjungi setelah matahari terbenam. Pada dinding atas dari curug ini dijumpai batuan yang berbentuk seperti jendela yang tertutup, sehingga disebut juga sebagai batu jendela. Pada hari hari tertentu kadang terdengar suara suara aneh di sekitar batu jendela tersebut. Disekitar curug banyak dijumpai tanaman langka berupa pohon loa, bambu dan lainnya.

IMG_20180318_122107

Sekedar informasi, kawasan ciletuh ini terdapat batu batuan berumur ribuan bahkan jutaan tahun sehingga pada saat booming nya batu akik banyak para pecinta batu akik yang rela mencari sampai ke kawasan ciletuh terutama di sekitar curug cikanteh ini.

IMG_20180318_122304

Akses ke curug cikanteh ini tidak begitu sulit dan cenderung sejuk karena sepanjang akses banyak di tumbuhi pepohonan rindang. Setelah melewati jembatan bambu, akan ada dua pilihan yaitu lurus terus dan beujung ke curug cikanteh atau belok kiri dan akan menemui curug ciateh.

IMG_20180318_124034

Curug cikanteh ini memiliki keunikan yaitu berbentuk beberapa undakan dan lebar. Kolam di bawah curug cenderung luas dan airnya pun lebih jernih daripada curug curug lainnya sehingga biasa dipakai untuk berenang oleh para pengunjung.

IMG-20180320-WA0033 (2)

  1. Curug Ciateh

Merupakan curug yang masih satu kawasan dengan curug sodong dan curug cikanteh. Untuk dapat ke curug ini maka setelah setelah melewati jembatan bambu kita dapat mengambil arah ke kiri. Track untuk dapat mencapai curug ini masih berupa tanah dan melewati hutan serta bebatauan. Jika dibandingkan dengan beberapa curug curug sebelumnya, maka perjalanan menuju curug ciateh inilah yang paling berat.

Namun tidak perlu khawatir, setelah kita sampai maka keindahan curuh inipun langsung menghilangkan rasa penat kita. Air terjun yang mengalir pada curug ini terbilang tidak deras dan tipis.

IMG_20180318_112752

IMG_20180318_120506

  1. Pantai Loji

Setelah puas menikmati beberapa keindahan di geopark ciletuh, sekitar pukul 17:00 kami pun bersiap untuk kembali ke Jakarta. Melewati jalan raya, mata kami pun tak berhenti disuguhi pemandangan sekeliling yang memanjakan seperti bukit – bukit, savana, samudra hindia dan juga para penduduk yang beraktifitas di sekitar pantai. Rasanya kurang lengkap apabila kami tidak mengabadikan momen tenggelamnya matahari untuk hari terakhir di Geopark Cletuh. Kami, rombongan dengan ELF berwarna merah menghentikan laju dan menepi di sekitar pantai loji.

Pantai loji terletak di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pantai yang cenderung sepi ini memiliki juga dipenuhi karang – karang kecil dan besar seperti karang perahu dan karang merah. Pantai ini sangat cocok bagi yang ingin menikmati tenggelamnya matahari dengan sangat jelas dan indah.

IMG_20180318_175504

IMG_20180318_181434

IMG_20180318_182056

Setelah menikmati matahari tenggelam dengan indahnya gradasi warna pada langit dan laut, kami pun menunaikan sholat magrib di sekitar pantai loji. Sekitar jam 19:30 ELF pun kembali melaju menuju Jakarta dimana sebelumnya berhenti sejenak di SPBU Cibadak untuk membeli makanan dan minuman sebelum akhirnya kami sampai kembali di sekretariat backpacker jakarta di Cawang UKI pada pukul 00:02 pagi.

Terimkasih backpaker jakarta dan geopark ciletuh, semoga Geopark Ciletuh semakin menjadi kawasan geoheritage yang mendunia dan semakin berkembang.

TAGS
RELATED POSTS
4 Comments
  1. Reply

    Fanti

    21 March 2018

    Lengkap banget informasinya buat yg mau kesana.. pantai lojinya kece bnget… 👍🏻

    • Reply

      irawanhenry11

      21 March 2018

      Spot indah menikmati sunset

  2. Reply

    nabilahcintyarani

    23 March 2018

    Fix geopark keren 😿

    • Reply

      irawanhenry11

      10 April 2018

      Harus berkunjung ke geopark ya

LEAVE A COMMENT

Henry Irawan
Indonesia

Hi my name is Chris and this is my Journey!<br> I use this awesome blog theme to tell people my story. Through all the places and things I see around the world, there isn't a best way to share my experience! Follow my daily updates and discover with me the essence of traveling!

Categories
MY TWO CENTS

“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters wi“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”th new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”“The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun”

July 2018
M T W T F S S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031